Kamis, 19 November 2009

TUGAS UTS TPKI

Makalah yang berjudul Gerakan Pemurnian Wahabi ini biasanya disajikan sebagai bahan materi buat seminar atau simposium, sehingga tidak terpaku lagi kepada aturan atau kerangka karangan ilmiah. Disini hanya terdapat isi dari materi saja tanpa adanya cover judul, kata pengantar, daftar isi, sampai akhirnya kepada daftar pustaka. Maka dari itu makalah ini bisa disebut juga sebagai karangan ilmiah populer.

Berbeda sekali dengan karangan ilmiah yang ditulis siswa atau mahasiswa untuk memenuhi tugas dari guru atau dosennya, Makalah yang dibuat siswa atau mahasiswa haruslah mengacu pada aturan-aturan yang sudah disepakati, dan terdapat kerangka karangannya, tujuannya adalah agar pembahasannya tidak melebar dari tema yang telah dipilih.

Namun pada kesempatan kali ini saya mau menganalisis makalah ini dari segi isi, sistematika, bahasa yang digunakan, dan penalarannya.
  1. Isi ; pada point A. Pendahuluan, menurut yang saya baca pada makalah "menulis karangan ilmiah populer" yang dikarang oleh Harry Firman, ia mengatakan bahwa karangan ilmiah populer haruslah memuat tulisan-tulisan yang memaparkan aspek khusus dengan menggunakan bahasan umum sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh pembaca yang notabene masyarakat awam. pada kenyataannya, dalam makalah ini terdapat banyak sekali kata-kata ilmiah yang saya yakin masyarakat awam tidak akan mengerti maksud dari kata-kata ilmiah tersebut. sehingga nantinya akan mengurangi minat baca masyarakat pada makalah ini. terkecuali, makalah atau karangan ilmiah populer ini ditujukan bagi pembaca yang berjiwa intelek, yang mampu mengerti maksud dari kata-kata ilmiah tersebut. Dan sebagai bahan pertimbangan, seharusnya dalam makalah ini juga disertakan pendapat-pendapat yang kontropersial dengan faham Wahabiah, karena selain memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang masalah agama juga memberikan pilihan dalam menentukan keyakinan yang akan diikutinya. juga, dengan adanya perbedaan pendapat dari para ulama, otomatis menjadi konflik tersendiri dalam makalah ini, sehingga lebih menarik lagi untuk dibaca. Karena yang terpenting dari pembuatan karya ilmiah adalah menarik minat pembaca sebanyak-banyaknya.
  2. Bahasa yang digunakan ; dari segi bahasa, dalam makalah ini banyak sekali menggunakan bahasa yang tidak baku, seperti pada halaman 2, point B; memangku jawatan sebagai, harusnya menjabat sebagai. hairan, harusnya heran, dan masih banyak lagi kalimat atau bahasa yang tidak baku lainnya.
  3. pelaran ; penalaran yang digunakan dalam makalah ini adalah penalaran deduktif dan induktif. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat khusus..Dengan kata lain, untuk memahami suatu masalah terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang permasalahan tersebut, selanjutnya dilakukan studi pustaka. sedangkan penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. namun menurut saya tedapat beberapa kesalahan dalam penggunaan kata di awal paragraf. contohnya pada point B nomor 3 paragraf ketiga terdapat kata yang rancu, misalnya "sejak kecil lagi Muhammad bin Abdul Wahab sudah kelihatan tanda-tanda kecerdasannya",seharusnya tidak menggunakan kata lagi , langsung saja "sejak kecil Muhammad....". kemudian nomor 4 paragraf kelima " kesemua inilah yang semakin mendorong...", seharusnya tidak perlu memakai awalan ke-, langsung saja " semua ini yang semakin mendorong..."
Mungkin hanya ini saja yang dapat saya analisis, kurang lebihnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penganalisisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar